Versi 2.5
Daftar isi manual
  1. Tentang QISSA
  2. Alur data dan peran
  3. Instalasi (sekali, oleh LPM)
  4. Panduan LPM
  5. Panduan Unit (PS dan UPPS)
  6. Panduan Auditor
  7. Modul survei
  8. Modul risiko
  9. Laporan yang dibuat QISSA
  10. Aturan status capaian
  11. Keamanan dan hak akses
  12. Pemecahan masalah
  13. Identitas visual QISSA
  14. Batasan, migrasi, dan lisensi
  15. Butir Instrumen Survei
  16. Checklist Penerapan

Manual QISSA v2.5 · Bab 3 dari 14

Instalasi (sekali, oleh LPM)

Instalasi dikerjakan satu kali dengan akun LPM yang akan menjadi pemilik semua file. Disarankan memakai akun institusi khusus (misalnya [email protected]), bukan akun pribadi staf. Dengan begitu file dan jadwal otomatis tetap berjalan meskipun staf berganti.

A. Siapkan dua template

  1. Di Google Drive akun LPM, unggah QISSA_Template_Unit.xlsx, lalu buka dengan Google Spreadsheet: File → Simpan sebagai Google Spreadsheet.

  2. Pada spreadsheet hasil impor, buka Ekstensi → Apps Script. Hapus isi Code.gs, tempel seluruh isi QISSA_Unit.gs, lalu simpan.

  3. Masih di Apps Script, buka Setelan proyek (ikon roda gigi) dan pilih zona waktu (GMT+07:00) Jakarta.

  4. Ulangi langkah 1–3 untuk QISSA_Template_Audit.xlsx dengan QISSA_Audit.gs. Pakai template dan skrip dari paket v2.5: template unit sudah memiliki tab Risiko dan Ref_Risiko.

  5. Catat tautan kedua template. Jangan bagikan template ke unit; skrip Master yang membuat salinannya.

B. Siapkan LPM Master

  1. Impor QISSA_LPM_Master.xlsx dengan cara yang sama, lalu pasang QISSA_Master.gs dan zona waktu Jakarta.

  2. Muat ulang spreadsheet. Menu QISSA akan muncul di bilah menu.

  3. Isi tab _config: Nama PT, Tahun Aktif, URL Template Unit, URL Template Audit, ID Folder Tujuan (folder Drive untuk file unit, audit, Form, dan laporan), ambang status, Periode Survei, dan Batasi Login Domain Survei (pilih Tidak bila kampus tidak memakai Google Workspace), dan URL Form Templat (opsional; diisi otomatis oleh menu Siapkan Form templat survei).

  4. Periksa tab IK, Bidang, Dokumen_Mutu, dan Kriteria_Risiko. Isi kolom URL dokumen dengan tautan sebenarnya. Di Kriteria_Risiko, tetapkan arti skala 1–5, batas skor tiap level, kategori risiko, dan pemicu usulan yang dipakai.

  5. Ganti baris contoh di tab Unit dengan daftar UPPS dan PS sebenarnya. Kode unit tidak boleh diubah setelah file unit dibuat.

  6. Jalankan QISSA → Periksa data master. Perbaiki semua baris berstatus Error di tab Hasil_Periksa. Peringatan boleh ditunda.

  7. Saat menu pertama kali dijalankan, Google meminta otorisasi akses Drive, Spreadsheet, Form, Docs, dan pemicu. Setujui dengan akun LPM. Pengguna unit dan auditor juga diminta izin Docs dan Drive saat pertama kali menyusun laporan; sampaikan hal ini saat sosialisasi.

C. Uji coba sebelum dipakai penuh

Aktifkan 1 UPPS dan 2 PS saja di tab Unit (kolom Aktif = Ya). Jalankan seluruh alur, dari membuat file sampai menarik rekap. Setelah itu baru aktifkan unit lainnya.